Iklan

Selasa, 17 Februari 2026, Februari 17, 2026 WIB
Last Updated 2026-02-17T05:27:18Z
BeritaBreaking NewsMaritimNasionalNewsPendidikan

Menguatkan Jiwa Pelaut dan Akademisi: Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono Hidupkan Semangat “Maritime Theology” di Hadapan 211 Mahasiswa


 

Global Maritime Leadership.Info, Kalimantan – Ruang virtual perkuliahan di BILD Institute Kalimantan Nusantara berubah menjadi panggung inspirasi ketika Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono, DBA, Ph.D menyampaikan mata kuliah Maritime Theology kepada 211 mahasiswa dari jenjang S1, S2, hingga S3. Pertemuan akademik tersebut bukan sekadar agenda rutin perkuliahan, melainkan momen reflektif yang membangkitkan kesadaran tentang pentingnya menyatukan iman, ilmu, dan kepemimpinan dalam dunia maritim.

Sejak awal sesi, Prof. Eddy mengajak para mahasiswa melihat laut dari sudut pandang yang lebih luas. Baginya, laut bukan hanya jalur perdagangan internasional atau ruang kerja bagi para pelaut, tetapi juga simbol perjalanan hidup manusia. Di tengah ombak yang tak menentu, manusia belajar tentang keberanian, ketekunan, dan kepercayaan kepada Tuhan. Perspektif inilah yang menjadi fondasi utama dalam pembahasan Maritime Theology.

Dengan pengalaman panjang di dunia pelayaran dan akademik, Prof. Eddy membawakan materi secara mendalam namun tetap membumi. Ia menekankan bahwa profesional maritim masa kini harus memiliki keseimbangan antara kompetensi teknis dan kedewasaan spiritual. “Keahlian membawa kita berlayar, tetapi nilai dan iman menjaga kita tetap pada arah yang benar,” ungkapnya, menggugah perhatian seluruh peserta.

Antusiasme mahasiswa terlihat dari interaksi yang dinamis sepanjang perkuliahan. Diskusi berkembang ke berbagai isu strategis, mulai dari etika kepemimpinan di atas kapal, tanggung jawab sosial industri pelayaran, hingga tantangan moral dalam era digital. Mahasiswa program doktoral mengangkat perspektif riset, sementara mahasiswa sarjana dan magister berbagi pengalaman lapangan serta pandangan praktis. Perpaduan lintas jenjang ini menciptakan dialog akademik yang kaya dan berwarna.

Salah satu penekanan penting dalam kuliah tersebut adalah tentang integritas. Prof. Eddy menegaskan bahwa dunia maritim membutuhkan pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki hati yang bersih dan komitmen pada kebenaran. Di tengah tekanan ekonomi global dan persaingan industri, nilai-nilai spiritual menjadi kompas yang menjaga profesional tetap konsisten pada prinsipnya.

Lebih jauh, ia juga menyinggung pentingnya kepedulian terhadap kesejahteraan pelaut dan kelestarian laut. Teologi maritim, menurutnya, tidak berhenti pada teori, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata: menghargai martabat manusia, menjaga lingkungan, dan membangun budaya kerja yang sehat. Pesan ini terasa relevan bagi generasi muda yang akan menjadi pemimpin masa depan sektor maritim.

Kehadiran 211 mahasiswa dalam satu forum menjadi bukti bahwa semangat belajar dan pencarian makna hidup terus tumbuh. Perkuliahan ini seolah menjadi pengingat bahwa pendidikan sejati tidak hanya mengasah logika, tetapi juga membentuk karakter. Laut, dengan segala misterinya, menjadi metafora perjalanan akademik dan spiritual setiap peserta.

Di akhir sesi, Prof. Eddy mengajak seluruh mahasiswa untuk berani melampaui batas diri. Ia menegaskan bahwa setiap orang memiliki panggilan unik untuk membawa perubahan positif di bidangnya masing-masing. Dengan fondasi iman yang kuat dan penguasaan ilmu yang mendalam, generasi maritim Indonesia diyakini mampu tampil sebagai pemimpin berkelas dunia.

Perkuliahan Maritime Theology hari itu meninggalkan kesan mendalam. Bukan hanya materi yang dibawa pulang, tetapi juga semangat baru untuk menjalani profesi dan kehidupan dengan integritas, keberanian, serta komitmen pada nilai-nilai luhur. Dari Kalimantan Nusantara, pesan itu bergema: berlayarlah dengan ilmu, tetapi tetaplah berakar pada iman. (*)