Jakarta – Dunia akademik kembali menunjukkan dinamika intelektualnya melalui kegiatan bedah buku yang mempertemukan para pemikir dari berbagai bidang keilmuan. Salah satu sosok yang turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono, seorang akademisi dan praktisi maritim yang dikenal aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi di Indonesia.
Kehadiran beliau sebagai peserta dalam acara bedah buku berjudul “Dari Athena sampai Nusantara, Pengantar Filsafat Dunia tentang Manusia, Nalar, Agama dan Kekuasaan” menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia maupun bidang keahlian. Kegiatan ilmiah tersebut diselenggarakan oleh Forum Guru Besar dan Doktor Insan Cita pada 10 Maret 2026 di Jakarta, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh akademik serta intelektual nasional.
Acara ini menjadi ruang dialog intelektual yang mempertemukan berbagai perspektif pemikiran tentang perjalanan filsafat dunia, mulai dari tradisi pemikiran Yunani klasik hingga perkembangan gagasan filosofis yang berkembang di kawasan Nusantara. Diskusi yang berlangsung tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menggali relevansi pemikiran filsafat dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan modern.
Bagi Prof. Capt. Eddy Sumartono, kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis dalam memperluas wawasan keilmuan. Meskipun memiliki latar belakang kuat dalam bidang pelayaran, manajemen, dan ekonomi maritim, ia tetap menaruh perhatian besar pada kajian filsafat sebagai fondasi berpikir yang mendalam dalam memahami manusia, nilai, serta dinamika kekuasaan dalam masyarakat.
Kehadiran beliau dalam forum tersebut memberikan inspirasi tersendiri bagi para peserta yang hadir. Hal ini menunjukkan bahwa seorang akademisi sejati selalu membuka diri terhadap berbagai sumber pengetahuan, termasuk dari disiplin ilmu yang berbeda. Sikap intelektual seperti ini menjadi teladan penting bagi generasi muda yang sedang menempuh pendidikan dan membangun karier akademik.
Forum diskusi tersebut juga melibatkan sejumlah tokoh intelektual nasional, di antaranya Prof. Didik J. Prof. Rachbini, Prof. R. Siti Zuhro, Prof. Nuhfil Hanani, serta Prof. M. Nasih. Kehadiran para akademisi tersebut semakin memperkaya diskusi dan memperkuat atmosfer intelektual dalam kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan bedah buku ini, para peserta diajak untuk memahami bagaimana pemikiran filsafat telah memengaruhi perkembangan peradaban manusia selama berabad-abad. Filsafat tidak hanya menjadi kajian teoritis, tetapi juga berfungsi sebagai alat refleksi untuk memahami realitas sosial, politik, dan moral dalam kehidupan masyarakat.
Partisipasi Prof. Capt. Eddy Sumartono dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi simbol penting tentang arti pembelajaran sepanjang hayat. Di tengah kesibukannya sebagai akademisi dan pemimpin di berbagai bidang profesional, beliau tetap meluangkan waktu untuk hadir dalam forum diskusi ilmiah dan memperkaya wawasan intelektual.
Sikap ini memberikan pesan kuat bahwa keberhasilan akademik tidak hanya diukur dari gelar dan jabatan, tetapi juga dari komitmen untuk terus belajar dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Semangat intelektual yang ditunjukkan oleh Prof. Capt. Eddy Sumartono menjadi motivasi bagi banyak kalangan, khususnya generasi muda, untuk tidak pernah berhenti mencari ilmu. Dalam dunia yang terus berubah dengan cepat, kemampuan untuk terus belajar, berpikir kritis, dan memahami nilai-nilai kemanusiaan menjadi bekal penting dalam membangun masa depan yang lebih baik.
Melalui kehadiran tokoh-tokoh inspiratif dalam forum ilmiah seperti ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terdorong untuk mencintai ilmu pengetahuan dan menjadikan pembelajaran sebagai bagian dari perjalanan hidup yang berkelanjutan. (*)
