GLOBAL MARITIME LEADERSHIP.INFO -
Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kembali hadir sebagai momentum istimewa yang dinantikan oleh umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan. Suasana kemenangan ini tidak hanya dirasakan dalam bentuk perayaan, tetapi juga melalui refleksi diri dan pembaruan spiritual. Dalam kesempatan yang penuh berkah tersebut, Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono, DBA, PhD. turut menyampaikan ucapan Idul Fitri kepada seluruh umat Islam dengan pesan yang sarat nilai kebersamaan dan ketulusan.
Dengan penuh kehangatan, beliau menyampaikan, “Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin.” Ucapan sederhana ini mengandung makna mendalam, yang mengajak setiap individu untuk membuka hati, saling memaafkan, dan mempererat hubungan antarsesama.
Menurut Prof. Eddy Sumartono, Idul Fitri bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan titik penting dalam perjalanan spiritual manusia. Ia menilai bahwa keberhasilan menjalani Ramadan seharusnya tercermin dalam perubahan sikap dan perilaku yang lebih baik. Kesabaran, keikhlasan, serta pengendalian diri yang dilatih selama berpuasa diharapkan mampu menjadi fondasi dalam menjalani kehidupan ke depan.
Sebagai tokoh akademisi dan praktisi yang berpengalaman, beliau juga menyoroti relevansi nilai-nilai Idul Fitri dalam kehidupan profesional. Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan saling menghargai sangat penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan harmonis. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati, menurutnya, merupakan kunci utama dalam membangun kepercayaan, baik dalam organisasi maupun dalam masyarakat luas.
Lebih jauh, Prof. Eddy mengajak masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri sebagai sarana memperkuat persatuan bangsa. Dalam kondisi masyarakat yang beragam, semangat toleransi dan saling menghormati menjadi hal yang tidak dapat ditawar. Ia menekankan bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang harus dijaga bersama.
Pesan yang disampaikan ini pun dirasakan sangat relevan oleh berbagai kalangan. Banyak pihak menilai bahwa ajakan untuk mempererat silaturahmi dan menjaga harmoni sosial sangat dibutuhkan di tengah dinamika kehidupan modern yang semakin kompleks.
Tak hanya itu, perhatian beliau juga tertuju pada generasi muda sebagai penerus bangsa. Prof. Eddy berharap momentum Idul Fitri dapat dimanfaatkan oleh kaum muda untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas karakter, serta menumbuhkan semangat kontribusi positif. Ia menilai bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam membawa perubahan, sehingga penting untuk menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual sejak dini.
Idul Fitri selalu identik dengan suasana kebahagiaan, namun di balik itu terdapat makna yang lebih dalam tentang penyucian diri dan pembaruan hubungan sosial. Melalui ucapan yang disampaikan, Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono, DBA, PhD. mengingatkan bahwa esensi utama dari hari kemenangan ini adalah ketulusan hati dalam memaafkan serta komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Dengan semangat Idul Fitri 1447 Hijriah, diharapkan seluruh masyarakat dapat melangkah dengan optimisme baru, memperkuat persaudaraan, dan terus menebarkan nilai-nilai kebaikan dalam setiap aspek kehidupan. Ucapan “mohon maaf lahir dan batin” menjadi simbol penting dalam membangun kembali hubungan yang harmonis dan penuh kedamaian.(*)