Iklan

Minggu, 12 April 2026, April 12, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-12T05:52:38Z
BeritaBreaking NewsMaritimNasionalPendidikanTeologi

Menautkan Iman dan Samudera: “Maritime Theology” Hadir Menginspirasi Jemaat di Makassar.

GLOBAL MARITIME LEADERSHIP.INFO-
Makassar – Sebuah peristiwa sarat makna berlangsung di GPIB Gereja Bukit Zaitun pada 12 April 2026. Dalam suasana ibadah yang tenang dan penuh penghormatan, Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono, DBA, PhD menyerahkan secara langsung buku karyanya yang ke-12 berjudul “Maritime Theology” kepada Pendeta Jemaat, Bapak Pendeta Bobby J. Tindatu. Momen ini menjadi sorotan karena menghadirkan nilai inspiratif yang melampaui sekadar seremoni formal.

Di tengah latar altar gereja yang megah dengan simbol salib yang bersinar, penyerahan buku tersebut terasa begitu simbolis. Ia menggambarkan bagaimana ilmu pengetahuan dapat dipersembahkan untuk memperkaya pelayanan rohani. Tidak hanya menjadi karya akademik, buku ini hadir sebagai jembatan yang menghubungkan pengalaman dunia maritim dengan kedalaman iman Kristiani.

Dalam karya “Maritime Theology”, Prof. Eddy mengajak pembaca untuk memandang laut dari perspektif yang berbeda. Laut bukan sekadar ruang aktivitas ekonomi atau jalur transportasi global, melainkan ruang refleksi spiritual yang penuh pelajaran hidup. Di tengah gelombang yang tidak menentu, manusia belajar tentang keteguhan hati, kepercayaan, dan harapan. Setiap perjalanan di laut menjadi cerminan perjalanan iman yang tidak selalu mudah, namun penuh makna.

Dalam sambutannya, Prof. Eddy menyampaikan bahwa pengalaman panjangnya di dunia pelayaran telah memberikan pelajaran berharga tentang kehidupan. Ia menekankan bahwa di tengah luasnya samudera, manusia seringkali dihadapkan pada keterbatasan dirinya. Dalam kondisi tersebut, iman menjadi fondasi utama yang menuntun langkah. Gagasan inilah yang kemudian ia tuangkan dalam buku, agar dapat menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang dari berbagai latar belakang.

Pendeta Bobby J. Tindatu menyambut penyerahan buku ini dengan penuh rasa syukur dan apresiasi. Ia menilai bahwa karya tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan kehidupan jemaat, khususnya mereka yang berkecimpung dalam dunia maritim. Menurutnya, gereja memiliki tanggung jawab untuk hadir dalam setiap aspek kehidupan umat, termasuk dalam profesi yang penuh tantangan. Buku ini dianggap mampu memperluas cara pandang jemaat bahwa iman tidak hanya hidup di dalam gereja, tetapi juga di tengah aktivitas sehari-hari.

Lebih jauh, momen ini menjadi bukti bahwa literasi memiliki kekuatan besar dalam membentuk pola pikir dan karakter. Sebuah buku dapat menjadi sarana transformasi yang membuka wawasan baru serta memperdalam pemahaman spiritual. Kehadiran “Maritime Theology” di lingkungan gereja diharapkan dapat memicu semangat belajar dan refleksi di kalangan jemaat.

Acara ini juga mengandung pesan motivasi yang kuat. Bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berkarya dan memberikan kontribusi bagi masyarakat. Tidak ada pengalaman yang sia-sia jika mampu diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Apa yang dilakukan oleh Prof. Eddy menjadi contoh nyata bahwa dedikasi, pengalaman, dan ketekunan dapat melahirkan karya yang berdampak luas.

Dalam konteks kehidupan modern yang penuh tantangan, perpaduan antara ilmu pengetahuan dan iman menjadi sangat penting. Keduanya saling melengkapi dalam membentuk manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki nilai moral yang kuat. Penyerahan buku ini menjadi simbol bahwa sinergi tersebut dapat diwujudkan secara nyata.

Akhirnya, kegiatan di GPIB Gereja Bukit Zaitun ini meninggalkan kesan yang mendalam. Ia bukan hanya tentang sebuah buku yang diserahkan, melainkan tentang pesan kehidupan yang terus bergema. Dari satu karya, lahir inspirasi. Dari satu langkah kecil, tercipta perubahan besar yang mampu menjangkau banyak hati dan kehidupan. (*)