Iklan

Selasa, 30 Desember 2025, Desember 30, 2025 WIB
Last Updated 2025-12-30T08:05:50Z
HukumMaritimNasionalPendidikan

Menutup Tahun 2025 dengan Karya dan Makna: Buku ke-15 Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono Menguatkan Perlindungan Awak Kapal Dunia

Keterangan Foto:
Tampilan sampul depan dan belakang buku Hukum Perlindungan Awak Kapal: Standar Internasional, Kesejahteraan, dan Etika Maritim Modern karya Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono, DBA., Ph.D., yang diterbitkan sebagai buku ke-15 dan diluncurkan pada penutupan tahun 2025.


GLOBAL MARITIME LEADERSHIP, JAKARTA 2025 - 

Menjelang berakhirnya tahun 2025, dunia maritim Indonesia kembali mencatat sebuah momen penting. Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono, DBA., Ph.D., akademisi, praktisi, sekaligus pemikir maritim nasional, resmi menerbitkan buku ke-15 berjudul Hukum Perlindungan Awak Kapal: Standar Internasional, Kesejahteraan, dan Etika Maritim Modern. Karya ini bukan sekadar penutup tahun, melainkan penegasan komitmen panjang terhadap kemanusiaan, keadilan, dan masa depan industri pelayaran global.


Buku ini lahir dari refleksi mendalam atas realitas kerja pelaut di tengah dinamika pelayaran internasional. Di balik kemajuan teknologi kapal dan pertumbuhan perdagangan global, awak kapal masih dihadapkan pada risiko keselamatan, tekanan kerja ekstrem, ketidakpastian hukum, hingga persoalan kesejahteraan yang kerap terpinggirkan. Melalui buku ini, Prof. Eddy menghadirkan perspektif hukum yang utuh, membumi, dan berpihak pada martabat manusia.


Disusun dengan pendekatan akademik yang kuat namun tetap komunikatif, buku ini mengulas secara komprehensif standar internasional seperti Maritime Labour Convention (MLC) 2006, prinsip keselamatan dan kesehatan kerja, hingga etika maritim modern yang menempatkan pelaut sebagai subjek utama, bukan sekadar alat produksi. Pembahasan tidak berhenti pada norma, tetapi diperluas ke tanggung jawab negara bendera, otoritas pelabuhan, perusahaan pelayaran, serta agen perekrutan dalam melindungi hak-hak awak kapal.


Menutup tahun 2025, terbitnya buku ini menjadi simbol konsistensi intelektual dan kepedulian sosial penulisnya. Prof. Eddy dikenal sebagai figur yang tidak hanya menulis dari balik meja, tetapi juga memahami denyut kehidupan pelaut secara nyata. Latar belakangnya sebagai nakhoda, akademisi lintas disiplin, dan penulis produktif menjadikan setiap karyanya sarat pengalaman, nilai, dan solusi.


Lebih dari sekadar referensi akademik, buku ini ditujukan untuk semua kalangan: pelaut, mahasiswa, dosen, praktisi hukum, regulator, hingga masyarakat umum yang ingin memahami sisi manusiawi industri maritim. Pesan utamanya sederhana namun kuat: melindungi awak kapal berarti menjaga keberlanjutan pelayaran dunia. Tanpa perlindungan yang adil dan bermartabat, tidak akan ada industri maritim yang tangguh.


Momentum tutup tahun 2025 ini juga menjadi ajakan reflektif. Di tengah tantangan global, krisis tenaga pelaut, dan tuntutan efisiensi, buku ini mengingatkan bahwa kemajuan sejati hanya dapat dicapai ketika hukum, kesejahteraan, dan etika berjalan seiring. Inilah alasan mengapa buku ke-15 ini diyakini memiliki potensi besar menjadi bacaan penting dan best seller di bidang hukum dan maritim.


Dengan desain sampul yang kuat—menghadirkan simbol kapal, palu hukum, dan nuansa biru maritim—buku ini merepresentasikan pertemuan antara kekuatan hukum dan dunia pelayaran. Sebuah penutup tahun yang inspiratif, sekaligus pembuka jalan menuju kesadaran baru di tahun-tahun mendatang.


Di akhir 2025, Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono tidak hanya menutup tahun dengan sebuah buku, tetapi dengan harapan. Harapan bahwa pelaut akan semakin dihargai, hukum semakin berkeadilan, dan maritim Indonesia serta dunia bergerak menuju masa depan yang lebih manusiawi.


Salam Redaksi,.