Iklan

Rabu, 31 Desember 2025, Desember 31, 2025 WIB
Last Updated 2025-12-31T06:05:47Z
NasionalPendidikan

Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono Tegaskan Pentingnya Etika dan Regulasi AI dalam Bincang Online Inspiratif Seri 287

Keterangan Foto:
Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono, DBA., Ph.D. menerima sertifikat sebagai narasumber Bincang Online Inspiratif (BIONS) Seri 287 bertema “Etika, Regulasi, dan Ketahanan Sosial: Fondasi Pengamanan Teknologi AI bagi Masa Depan”, yang diselenggarakan secara daring pada Sabtu, 20 Desember 2025.


GLOBAL MARITIME LEADERSHIP. INFO, JAKARTA - 2025

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat menuntut kesiapan manusia, bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari aspek etika, regulasi, dan ketahanan sosial. Isu inilah yang menjadi fokus utama dalam Bincang Online Inspiratif (BIONS) Seri 287 yang digelar secara daring pada Sabtu, 20 Desember 2025. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono, DBA., Ph.D. sebagai narasumber utama.


Dalam forum yang diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang akademisi, praktisi, dan masyarakat umum tersebut, Prof. Eddy menyampaikan bahwa AI bukan sekadar alat teknologi, melainkan kekuatan transformatif yang dapat memengaruhi struktur sosial, ekonomi, dan budaya manusia. Oleh karena itu, pemanfaatannya harus diletakkan pada fondasi nilai yang kuat agar tidak menimbulkan dampak negatif di masa depan.


“Teknologi selalu netral. Yang menentukan arah manfaat atau mudaratnya adalah manusia. Tanpa etika dan regulasi yang jelas, AI justru bisa menjadi sumber ketimpangan baru,” ujar Prof. Eddy dalam paparannya.


Ia menekankan bahwa etika dalam pengembangan dan penggunaan AI harus menjadi kesadaran kolektif, bukan sekadar aturan formal. Etika berfungsi sebagai kompas moral agar teknologi tetap berpihak pada kemanusiaan, keadilan, dan keberlanjutan. Menurutnya, banyak negara maju saat ini mulai serius merumuskan kerangka etika AI untuk memastikan teknologi tersebut tidak melanggar hak asasi manusia, privasi, dan nilai-nilai sosial.


Selain etika, regulasi juga menjadi poin krusial yang dibahas. Prof. Eddy menjelaskan bahwa regulasi tidak boleh dipahami sebagai penghambat inovasi, melainkan sebagai pagar pengaman. Regulasi yang adaptif dan visioner justru dapat mendorong inovasi yang bertanggung jawab serta memberikan kepastian hukum bagi pengembang dan pengguna teknologi.


“Regulasi yang baik bukan membunuh kreativitas, tetapi mengarahkan inovasi agar tetap aman, adil, dan berkelanjutan,” jelasnya.


Topik ketahanan sosial menjadi bagian penting lainnya dalam diskusi. Prof. Eddy menyoroti potensi disrupsi sosial akibat otomatisasi dan penggunaan AI secara masif, mulai dari perubahan pola kerja hingga tantangan kesehatan mental. Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu dipersiapkan secara mental dan kultural agar mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut.


Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan sosial di era AI. Literasi digital, pemahaman etika teknologi, serta penguatan karakter harus menjadi bagian integral dari sistem pendidikan agar generasi masa depan tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga matang secara moral.


BIONS Seri 287 sendiri merupakan bagian dari rangkaian diskusi rutin yang bertujuan menghadirkan gagasan-gagasan inspiratif dari tokoh lintas disiplin. Kehadiran Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono dalam seri ini dinilai memberikan perspektif yang komprehensif, menggabungkan pendekatan akademik, praktis, dan nilai-nilai kemanusiaan.


Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya, panitia BIONS memberikan sertifikat penghargaan kepada Prof. Eddy sebagai narasumber. Sertifikat tersebut ditandatangani langsung oleh Dr. Agung Patera selaku CEO BIONS Series, sebagai pengakuan atas pemikiran dan dedikasi yang disampaikan dalam forum tersebut.


Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang aktif. Berbagai pertanyaan muncul terkait kesiapan Indonesia dalam menghadapi era AI, tantangan regulasi nasional, hingga peran individu dalam menjaga etika digital. Prof. Eddy menjawab dengan lugas, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat sipil.


Menutup pemaparannya, Prof. Eddy mengajak seluruh peserta untuk tidak bersikap pasif terhadap perkembangan teknologi. Ia mendorong setiap individu untuk menjadi subjek aktif yang kritis, beretika, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan AI.


“AI adalah masa depan, tetapi nilai kemanusiaan harus tetap menjadi pusatnya. Tanpa itu, kemajuan teknologi justru bisa menjauhkan kita dari tujuan peradaban,” pungkasnya.


Melalui BIONS Seri 287 ini, diharapkan kesadaran publik terhadap pentingnya etika, regulasi, dan ketahanan sosial dalam pengamanan teknologi AI semakin meningkat. Diskusi ini menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi harus selalu berjalan seiring dengan kebijaksanaan manusia.


Salam Redaksi,.