Iklan

Sabtu, 03 Januari 2026, Januari 03, 2026 WIB
Last Updated 2026-01-03T01:05:05Z
NasionalNewsPendidikan

Ketika Pendidikan Berbicara tentang Nilai: Sertifikat yang Mengingatkan Kita pada Tanggung Jawab Masa Depan


GLOBAL MARITIME LEADERSHIP.INFO- Di balik selembar sertifikat, sering kali tersembunyi kisah yang jauh lebih besar daripada sekadar pengakuan formal. Ia bukan hanya tanda kehadiran dalam sebuah forum, melainkan jejak pemikiran, komitmen nilai, dan kesediaan untuk terus belajar di tengah perubahan zaman. Itulah makna yang tercermin dari partisipasi Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono, DBA., Ph.D. dalam webinar internasional bertema “The Role of Teachers in Strengthening Character and Citizenship Education in Building a Cohesive Society”.

Forum internasional ini mempertemukan para pemikir, akademisi, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara dan latar belakang. Namun diskusi yang mengemuka tidak berhenti pada teori atau kebijakan pendidikan semata. Fokus utama pertemuan ini adalah satu pertanyaan mendasar: bagaimana peran pendidik dalam membangun karakter manusia dan kesadaran kewarganegaraan demi terciptanya masyarakat yang utuh dan harmonis?

Pertanyaan tersebut menjadi semakin relevan di tengah realitas dunia hari ini. Kemajuan teknologi telah membawa manusia pada kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Informasi mengalir tanpa henti, jarak geografis nyaris tak berarti, namun ironisnya rasa empati dan kepedulian sosial justru sering tertinggal. Polarisasi, konflik nilai, dan krisis keteladanan menjadi tantangan global yang tidak bisa diatasi hanya dengan kecanggihan teknologi.

Di sinilah pendidikan karakter menemukan perannya yang sesungguhnya. Pendidikan tidak lagi cukup jika hanya menghasilkan individu yang pintar secara akademik, tetapi rapuh secara moral. Guru dan pendidik memegang posisi strategis sebagai penjaga nilai dan penunjuk arah. Mereka bukan sekadar pengajar mata pelajaran, melainkan pembentuk kepribadian, penanam etika, dan inspirator bagi generasi yang kelak akan memimpin masyarakat.

Partisipasi Prof. Eddy Sumartono dalam forum ini mencerminkan pandangan bahwa pendidikan karakter adalah urusan lintas sektor dan lintas profesi. Dengan latar belakang dunia maritim, kepemimpinan, dan akademik, ia membawa perspektif bahwa nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, integritas, dan kepedulian bukanlah konsep abstrak. Di laut, nilai-nilai itu menentukan keselamatan. Dalam kehidupan berbangsa, nilai-nilai itu menentukan masa depan.

Sertifikat yang diterima bukan sekadar simbol keikutsertaan, melainkan penanda sikap intelektual yang terbuka dan rendah hati. Di usia dan pencapaian akademik yang telah diraih, semangat untuk terus belajar dan berdialog di tingkat internasional menunjukkan bahwa pembelajaran sejati tidak pernah berakhir. Justru mereka yang telah melangkah jauh dituntut untuk semakin reflektif dan bertanggung jawab dalam berbagi pemikiran.

Lebih dari itu, pesan dari forum ini tidak hanya ditujukan kepada para pendidik formal. Setiap individu sejatinya adalah pendidik dalam ruang hidupnya masing-masing. Orang tua mendidik lewat keteladanan di rumah, pemimpin organisasi mendidik melalui keputusan dan kebijakan yang adil, sementara masyarakat mendidik melalui budaya saling menghargai. Pendidikan karakter adalah proses kolektif yang tumbuh dari kesadaran bersama.

Bagi generasi muda, kisah ini membawa pesan yang kuat dan membumi. Kesuksesan tidak semata-mata diukur dari gelar, jabatan, atau pengakuan publik. Prestasi sejati lahir ketika ilmu dan kemampuan digunakan untuk memberi manfaat bagi sesama. Dunia membutuhkan lebih banyak figur yang mampu menggabungkan kecerdasan intelektual dengan kedalaman moral, serta keberanian untuk berdiri teguh pada nilai yang benar.

Dalam konteks Indonesia yang majemuk, pendidikan karakter dan kewarganegaraan memiliki arti yang sangat strategis. Keberagaman budaya, agama, dan pandangan hidup adalah kekayaan besar, namun tanpa fondasi nilai yang kokoh, ia bisa berubah menjadi sumber gesekan. Pendidikan berperan sebagai ruang dialog, tempat menumbuhkan toleransi, rasa keadilan, dan semangat kebersamaan sejak dini.

Pada akhirnya, sertifikat hanyalah awal dari sebuah refleksi. Nilai sejatinya terletak pada komitmen untuk terus berkontribusi dalam membangun manusia dan masyarakat yang lebih beradab. Dari ruang diskusi internasional hingga praktik kehidupan sehari-hari, pesan yang sama terus menggema: masa depan tidak dibangun oleh teknologi semata, melainkan oleh karakter manusia yang menggunakannya.

Semoga kisah ini menjadi pengingat dan sumber inspirasi bagi siapa pun untuk tidak pernah berhenti belajar, menjaga integritas, dan berani mengambil peran dalam membangun masa depan yang lebih manusiawi. Karena pada akhirnya, karakter yang kuat adalah fondasi paling kokoh bagi peradaban yang berkelanjutan.(*)